Articles by "Akhlaq"

Tampilkan postingan dengan label Akhlaq. Tampilkan semua postingan

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 

 

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda;

Artinya:

"Barang Siapa memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa maka dia memperoleh seperti pahalanya (orang yang berpuasa) tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun." (Shahihul Jami', No.6415)

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhanahu wata'ala, marilah kita ambil bagian, berlomba-lomba melakukan kebaikan dengan berbagi (memberi makan) kepada orang yang berpuasa. Sungguh, harta yang kita nafkahkan di jalan Allah Ta'ala inilah yang nantinya akan menjadi harta kita yang sesungguhnya, yang akan kita nikmati di akhirat nanti. Sementara apa yang ada di tangan kita, nanti akan kita tinggalkan, akan menajadi warisan ahli keluarga yang ditinggalkan, pakaian yang kita pakaipun akan lapuk dan usang, dan makanan yang kita makanpun akan menjadi sampah yang tidak bermakna. Hanya harta yang kita nafkahkan di jalan Allah Subhanahu wata'ala lah yang akan menjadi milik kita sesungguhnya, yang akan kita nikmati, yang akan menjadi pemberat amal timbangan kebaikan kita nanti di hadapan Allah Ta'ala.

Penulis, 
Hidayatullah, S.Kom.I
 (Koordinator Infaq Club Dewan Da'wah Sambas)

Salurkan Infaq, Sedekah dan Wakaf Anda melalui Infaq Club Dewan Da'wah Sambas,

 Insya Allah kami akan menerima dan menyalurkan amanah anda.

 Insya Allah, harta yang anda keluarkan di jalan Allah Ta'ala akan menjadi amal jariyah di hadapan Allah Subhanahu wata'ala.



SIFAT rendah hati yang dimiliki para pencari ilmu lahir karena keinginanan dan kebutuhan akan ilmu tersebut digambarkan dari pengalaman sahabat dan para ulama sebagai berikut.

1. Imam Bukhari RA. meriwayatkan dari Imam Mujahid RA. bahwa barang siapa yang malu atau sombong dalam mencari ilmu, ia tidak bisa mendapatkan Ilmu.

2. Ali RA. berkata, “Siapa pun yang telah mengajarkan ilmu kepadaku walaupun hanya satu huruf, aku adalah hamba sahayanya, apakah aku akan dibebaskannya atau dijualnya.”

3. Yahya bin Katsir RA. berkata, “llmu tidak akan datang dengan cara bersenang-senang.”

4. Imam Syafi’i berkata, “Seseorang yang mencari ilmu tanpa keinginan hati dan tanpa perasaan membutuhkannya, ia tidak akan pernah berhasil. Sebaliknya, seseorang yang dengan berstisah payah dan hidup di dalam kesempitan, berusaha untuk mendapatkannya, ia akan berhasil.”

5. Imam Abu Yusuf RA. menambahkan, “Saya mendengar dari orang-orang saleh bahwa seseorang yang tidak menghargai gurunya, ia tidak akan berhasil.”

6. Ibnu Jama’ah RA. berkata, “Hendaklah seorang murid mengetahui bahwa rendah dirinya kepada seorang guru adalah kemuliaan dan tunduknya adalah kebanggaan.”

7. Al-Khatib telah meriwayatkan dalam kitab Jami’-nya bahwa Ibnul Mu’taz berkata, “Orang yang rendah diri dalam belajar adalah yang paling banyak ilmunya, sebagaimana tempat yang rendah adalah tempat yang paling banyak airnya.”

8. Dalam syairnya, Humaidi RA. menulis:

Berjumpa dengan manusia tidak memberi manfaat apa-apa
Kecuali perkataan yang sia-sia dan kabar angin
Maka kurangilah bertemu dengan manusia,
Kecuali untuk mengambil ilmu atau memperbaiki diri.[]

Sumber: ceritaisnpirasimuslim


KEADAAN yang mendesak terkadang membuat kita terpaksa untuk berutang. Utang memang bukanlah suatu hal yang diharamkan sebagaimana mencuri, akan tetapi baik buruknya seseorang bisa dilihat juga dari caranya memperlakukan utang-utangnya. Hal-hal yang berkaitan dengan utang-piutang ini bisa memperlihatkan kualitas diri seseorang.

Saudaraku, ingatlah utang ke mana pun dalam jumlah berapa pun tak bisa kita anggap enteng. Bahkan Rasulullah SAW telah menyebutkan kriteria manusia yang terbaik salahsatunya adalah yang paling baik dalam membayar utang-utangnya. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baiknya kalian adalah yang paling baik dalam membayar utang.” (Muttafaqun ‘alaih)

Apa Maksud dari kalimat “yang paling baik membayar utang” ? Setidaknya 3 hal berikut ini menunjukkan kebaikan seseorang dalam membayar utang:

1. Tepat waktu sesuai perjanjian

Hati-hati dala berkata, jika kita baru bisa bayar utang tanggal 15, jangan katakan bisa bayar tanggal 10! Seseorang yang terbaik dalam membayar utangnya adalah ia yang mampu menepati janji pebayaran utangnya.

2. Jika memang tidak bisa membayar tepat waktu, mengabarkan dan tidak menghindar tanpa kabar apapun

Jikalau tak bisa bayar tepat waktu, seseorang yang paling baik dalam membayar utangnya akan memberikan kabar dan bukannya malah menghindar ketika ditagih. Bukankah banyak orang yang seperti ini? Alih-alih minta maaf, malahan tak bisa dihubungi karena tak mampu bayar utang tepat waktu.

3. Mengutamakan pembayaran utang daripada gaya hidup

Ada orang yang utang cicilan rumah, tapi masih mementingkan gaya hidup dengan menambah utang cicilan mobil, cicilan furniture, cicilan baju, cicilan kartu kredit, jadilah hidupnya penuh utang disebabkan ketidakmampuannya menahan diri dari gaya hidup kelas atas. Orang terbaik dalam pembayaran utangnya tentu saja mereka yang bisa mengutamakan pelunasan utang daripada memenuhi hasrat gaya hidup yang tinggi.

Misalkan, daripada membeli makanan mahal di restoran, lebih baik ia makan sederhana saja di rumah, uang untuk makan di restoran disisihkan untuk membayar utang.

Saudaraku, ingatlah bahwa seseorang bisa tergadai karena utangnya, coba kita ingat-ingat lagi utang apakah yang masih kita miliki saat ini? Sudahkah kita beri’tikad baik untuk melunasinya? Semoga Allah mudahkan orang-orang yang berniat membayar utang agar dapat melunasi utangnya, Allah Maha Mengetahui segala isi hati. []

Sumber: Ummi-Online

ﻭَﻗَﻀَﻰٰ ﺭَﺑُّﻚَ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﺍ ﺇِﻟَّﺎ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﻭَﺑِﺎﻟْﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻦِ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧًﺎ ۚ ﺇِﻣَّﺎ ﻳَﺒْﻠُﻐَﻦَّ ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﺍﻟْﻜِﺒَﺮَ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﺃَﻭْ ﻛِﻠَاﻫُﻤَﺎ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻘُﻞْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﺃُﻑٍّ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻬَﺮْﻫُﻤَﺎ ﻭَﻗُﻞْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﻗَﻮْﻟًﺎ ﻛَﺮِﻳﻤًﺎ
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al Isra’ ayat 23).
Hari Ibu biasanya diperingati pada tanggal 22 Desember tiap tahunnya, tak ada yang menyangkal bahwa sosok ibu adalah orang yang paling berharga dalam hidup seseorang.  Pepatah mengatakan “Ibu adalah Sekolah pertama”, jadi patut saja jika Hari Ibu diperingati adanya.

Sebagai contoh yang layak diteladani, para sahabat serta tabi’in adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW. Mereka senantiasa patuh dan mengerti apa saja yang disampaikan oleh Rasulullah.
Uwais al-Qarni (w. 657M), adalah salah satunya. Penggembala domba asal Qarn, Yaman, ini sangat layak dijadikan model bakti kepada sosok ibu.
Kisahnya berikut mungkin bisa mencerminkan betapa gigihnya Uwais dalam berbakti. Ibu Uwais telah renta, lumpuh pun lagi buta. Sebagai bentuk bakti, Uwais menggendong sang ibu dari Yaman menuju Mekkah untuk tunaikan ibadah haji. Jarak antara Yaman dan Mekkah sekitar empat ratus kilometer, tidak menyurutkan niat Uwais untuk membopong ibunya ke Mekkah.
إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْ
Sesungguhnya tabi’in yang terbaik adalah seorang pria yang bernama . Uwais. Ia memiliki seorang ibu dan dulunya berpenyakit kulit (tubuhnya ada putih-putih). Perintahkanlah padanya untuk meminta ampun untuk kalian.” (HR. Muslim no. 2542).
Sudahkah kita mencontoh Uwais? []

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.