Articles by "Nasehat"

Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan


DIRIWAYATKAN bahwa Isa bin Musa RA. sangat mencintai istrinya. Pada suatu hari ia berkata sambil bercanda kepada istrinya, “Kamu akan kucerai jika tidak lebih cantik daripada bulan purnama!”

Mendengar kata-kata itu, ia bangkit dan menjauhi suaminya seraya berkata, “Suamiku, dengan kata-katamu itu, engkau telah menalakku!”

Sang suami terkejut mendengar pernyataan istrinya. Baginya, sang istri lebih cantik dari apa pun benda atau makhluk di dunia ini. Namun, siapa yang memungkiri kalau purnama adalah lambang dari kecantikan bidadari yang tiada tertandingi. Semalaman, ia hanya tidur sendirian tanpa sang istri sambil menyesali perkataannya.

Keesokan harinya ia pergi menemui Khalifah Al-Manshur RA. untuk menanyakan hukum permasalahannya. Isa RA. pun menceritakan seluruh kejadian yang menimpanya kepada Khalifah Al-Manshur. la berkata, “Wahai Amirul Mukminin. Jika perceraian benar-benar terjadi, betapa hancur jiwaku. Kiranya mati lebih baik bagiku daripada hidup tanpa istri yang sangat aku cintai itu!”

Al-Manshur RA. merasa iba dengan apa yang menimpa Isa RA. Kemudian ia memanggil para ahli hukum ke istananya untuk meminta fatwa. Dalam majelis fatwa tersebut, para ulama yang hadir berpendapat bahwa lelaki ini telah sah menceraikan istrinya dengan perkataan tersebut. Namun, salah satu dari mereka yang bernama Abu Hanifah RA. belum memberikan fatwanya. la hanya terdiam.

Al-Manshur RA. pun bertanya kepadanya, “Mengapa kau tidak berbicara?”

Lalu, Abu Hanifah RA. membaca Surat At-Tin [95]: 1 -4, “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, demi gunung Sinai, dan demi negeri (Mekah) yang aman ini. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Kemudian ia melanjutkan, “Ayat tersebut menjelaskan bahwa tidak ada sesuatu pun yang lebih cantik daripada manusia karena ia diciptakan sebaik-baiknya.”

Mendengar fatwa tersebut, Al-Manshur RA. tersenyum bahagia seraya berkata, “Allah SWT telah memberi jalan keluar untukmu. Itulah jawaban atas permasalahanmu. Istrimu tetap lebih cantik daripada bulan purnama, jadi belum ada talak baginya. Kembalilah kepada istrimu!”

Al-Manshur RA. pun menulis surat kepada istri Isa RA. yang menjelaskan bahwa suaminya belum menceraikannya berdasarkan fatwa Abu Hanifah tersebut.[]

Sumber: ceritainspirasimuslim


APAKAH Anda ingin menjadi penghuni surga? Tentuk semua orang menginginkannya, bukan? Ya, begitu pula dengan seorang wanita. Tetapi, ada hal yang membuat wanita menjadi merasa tidak percaya diri. Terlebih, saat dikatakan bahwa ternyata wanita lebih banyak yang menempati neraka.

Nah, Anda tak perlu khawatir. Sebab, penghuni neraka tak semua dihuni oleh wanita. Ya, wanita juga bisa menjadi ahli surga. Tetapi, tentu saja ada syarat yang harus dipenuhi. Apakah itu?

Jika ingin menjadi ahli surga, maka penuhilah ciri-cirinya. Dilansir dari salafy.or.id bahwa di antara ciri-ciri wanita ahli surga, yaitu;

1. Bertakwa.

2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.

3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan naik haji bagi yang mampu.

4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.

5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.

6. Gemar membaca Al-Quran dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.

7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.

8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.

9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.

10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.

11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.

12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).

13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.

14. Berbakti kepada kedua orang tua.

15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.

Demikian beberapa ciri-ciri wanita ahli surga yang disadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita ahli surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman, “ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar,” (QS. An Nisa’: 13). []


KEADAAN yang mendesak terkadang membuat kita terpaksa untuk berutang. Utang memang bukanlah suatu hal yang diharamkan sebagaimana mencuri, akan tetapi baik buruknya seseorang bisa dilihat juga dari caranya memperlakukan utang-utangnya. Hal-hal yang berkaitan dengan utang-piutang ini bisa memperlihatkan kualitas diri seseorang.

Saudaraku, ingatlah utang ke mana pun dalam jumlah berapa pun tak bisa kita anggap enteng. Bahkan Rasulullah SAW telah menyebutkan kriteria manusia yang terbaik salahsatunya adalah yang paling baik dalam membayar utang-utangnya. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baiknya kalian adalah yang paling baik dalam membayar utang.” (Muttafaqun ‘alaih)

Apa Maksud dari kalimat “yang paling baik membayar utang” ? Setidaknya 3 hal berikut ini menunjukkan kebaikan seseorang dalam membayar utang:

1. Tepat waktu sesuai perjanjian

Hati-hati dala berkata, jika kita baru bisa bayar utang tanggal 15, jangan katakan bisa bayar tanggal 10! Seseorang yang terbaik dalam membayar utangnya adalah ia yang mampu menepati janji pebayaran utangnya.

2. Jika memang tidak bisa membayar tepat waktu, mengabarkan dan tidak menghindar tanpa kabar apapun

Jikalau tak bisa bayar tepat waktu, seseorang yang paling baik dalam membayar utangnya akan memberikan kabar dan bukannya malah menghindar ketika ditagih. Bukankah banyak orang yang seperti ini? Alih-alih minta maaf, malahan tak bisa dihubungi karena tak mampu bayar utang tepat waktu.

3. Mengutamakan pembayaran utang daripada gaya hidup

Ada orang yang utang cicilan rumah, tapi masih mementingkan gaya hidup dengan menambah utang cicilan mobil, cicilan furniture, cicilan baju, cicilan kartu kredit, jadilah hidupnya penuh utang disebabkan ketidakmampuannya menahan diri dari gaya hidup kelas atas. Orang terbaik dalam pembayaran utangnya tentu saja mereka yang bisa mengutamakan pelunasan utang daripada memenuhi hasrat gaya hidup yang tinggi.

Misalkan, daripada membeli makanan mahal di restoran, lebih baik ia makan sederhana saja di rumah, uang untuk makan di restoran disisihkan untuk membayar utang.

Saudaraku, ingatlah bahwa seseorang bisa tergadai karena utangnya, coba kita ingat-ingat lagi utang apakah yang masih kita miliki saat ini? Sudahkah kita beri’tikad baik untuk melunasinya? Semoga Allah mudahkan orang-orang yang berniat membayar utang agar dapat melunasi utangnya, Allah Maha Mengetahui segala isi hati. []

Sumber: Ummi-Online

PEMIMPIN mempunyai sebuah tanggungjawab yang sangat besar. Ia harus memimpin rakyatnya ke jalan yang benar. Jika ia tidak mampu untuk mengarahkan rakyatnya maka kepemimpinannya tidak dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
Seorang pemimpin hendaknya bersikap tenang dalam situasi mencemaskan bahkan genting sekalipun. Ketika pemimpin kalut, maka rakyat pun semakin bingung.
Suatu hari, ada suara gaduh menyentak Kota Madinah. Penduduknya pun terkejut, khawatir, dan bertanya-tanya apa gerangan yang menimpa kota.
Dari Anas binMalik radhiyallahu ‘anhu,ia berkata: Rasulullah ï·º adalah orang yang paling berbudi tinggi, dermawan, dan pemberani. Pernah di suatu malam, penduduk Madinah dikejutkan oleh suara yang sangat dahsyat. Orang-orang kemudian berangkat menuju ke arah suara tersebut.
Rasulullah ï·º bertemu mereka saat hendak kembali pulang. Ternyata beliau telah mendahului mereka menuju ke arah suara tersebut. Waktu itu beliau naik kuda milik Abu Thalhah, di lehernya terkalung sebuah pedang. Beliau bersabda, ‘Kalian tidak perlu takut, kalian tidak perlu takut’. Anas berkata, ‘Kami mendapatkan kuda tersebut cepat larinya padahal sebelumnya adalah kuda yang lambat berlari’.” (Shahih Muslim 2307-48).

Rasulullah adalah orang terdepan yang melindungi rakyatnya dari ancaman bahaya. Kemudian menenangkan mereka di saat mereka takut dan kebingungan.[]
Sumber: kisahmuslim

KOTA Andalusia, Spanyol, dikuasai oleh seorang khalifah yang jujur dan adil bernama Al-Manshur bin Abi Amir Al-Hajib. Dia memiliki rencana besar untuk membangun sebuah jembatan sebagai penghubung dua kota yang dipisahkan sebuah sungai.
Proyek itu dianggarkan empat puluh ribu dinar emas. Meskipun menelan biaya besar, khalifah melihat sisi manfaatnya yang lebih besar bagi kelancaran transportasi dan kegiatan perekonomian masyarakatnya.
Diharapkan proyek itu dapat terealisasi. Oleh karena itu, penguasa harus membeli sepetak tanah milik orang tua yang miskin karena pada tanah itulah akan dibangun fondasi untuk jembatan tersebut. Khalifah menyuruh petugas proyek untuk membeli tanah tersebut dengan harga 100 dinar.
Petugas proyek pun melaksanakan perintah tersebut. Ia menemui si pemilik tanah dan bertanya kepadanya, “Berapa akan kaujual tanahmu ini?”
Orang tua miskin itu menjawab, “Lima dinar!”
Melihat tawaran orang tua miskin yang sangat rendah tersebut, petugas proyek berpikir untuk membeli tanah tersebut di bawah harga yang ditetapkan oleh sang khalifah. Artinya, ia telah menghemat pengeluaran negara.
Akhirnya, petugas tersebut menawar tanah yang dimaksud dengan harga 10 dinar, yang berarti dua kali lipat dari harga yang diminta pemilik tanah.
Tentu saja orang tua itu bahagia bukan kepalang. Baginya uang sepuluh dinar sangat besar. Ia bisa membeli tanah baru dan menabung sisanya.
Sementara itu, petugas proyek merasa telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, bahkan menganggap dirinya telah berjasa menghemat pengeluaran negara. Ia pun menceritakan tawar-menawar yang terjadi dan berharap sang khalifah akan memuji idenya.
Mendengar hal tersebut raut wajah sang khalifah menunjukkan kekecewaan yang mendalam kepada petugasnya. Ia pun memerintahkan untuk memanggil lelaki tua miskin itu ke hadapannya.
Perintah pun dilaksanakan. Tidak lama kemudian, lelaki tua itu datang menghadap dengan seribu tanda tanya di kepalanya, “Apakah khalifah akan memarahiku karena telah menjual tanah dengan harga mahal?” pikirnya.

Di luar dugaan, ternyata Khalifah Manshur menyambutnya dengan wajah ceria seraya berkata, “Wahai Bapak Tua, benarkah engkau rela menjual tanahmu dengan harga sepuluh dinar?”
“Benar, Tuan. Aku telah ikhlas menjualnya,” jawab lelaki tua itu.
Khalifah Manshur kembali berkata, “Bapak Tua, tanah itu akan digunakan untuk kepentingan dan kemaslahatan bersama. Oleh karena itu, aku sampaikan terima kasih kepadamu atas kesediaan menjual tanah dengan harga murah. Namun, sebelumnya kami telah menetapkan untuk membeli tanahmu seharga seratus dinar. Jadi, terimalah sisa pembayaran yang harus kauterima!”
Lelaki tua itu terperanjat atas keputusan sang khalifah. Sama sekali ia tidak menyangka hak-haknya akan dihargai sedemikian rupa oleh penguasa. Ia pun berdoa semoga keberkahan senantiasa dicurahkan kepada pemimpin yang adil dan mengutamakan hak-hak rakyatnya.[]
Sumber: ceritainspirasimuslim

MASA muda adalah masa di mana semangat dalam segala halnya begitu tinggi. Karena dari itu, banyak kejayaan Islam pada zaman dahulu yang dipimpin oleh para pemuda.
Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang pemuda yang kaya, berpenampilan rupawan, dan biasa dengan kenikmatan dunia. Ia adalah Mush’ab bin Umair. Ada yang menukilkan kesan pertama al-Barra bin Azib ketika pertama kali melihat Mush’ab bin Umair tiba di Madinah. Ia berkata, “Seorang laki-laki, yang aku belum pernah melihat orang semisal dirinya. Seolah-olah dia adalah laki-laki dari kalangan penduduk surga.”

Ia adalah di antara pemuda yang paling tampan dan kaya di Kota Mekah. Kemudian ketika Islam datang, ia jual dunianya dengan kekalnya kebahagiaan di akhirat.[]
Sumber: kisahmuslim

SIAPA yang tak kenal dengan Khalid bin Walid? Pasti kita sudah tidak asing lagi dengan nama Khalid bin Walid atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan pedang Allah itu. Khalid merupakan panglima perang yang sangat hebat. Kemampuannya dalam memanaje pasukan sungguh dapat diandalkan. Ini terbukti dengan pasukan muslim yang tidak pernah kalah ketika dipimpin oleh Khalid bin Walid.
Salah satu kehebatan Khalid dalam menajemen pasukannya adalah saat menuju Syam, Khalid menyiapkan batalyon yang kuat. Yang terdiri dari para panglima pilihan. Seperti: al-Qa’qa’ bin Amr at-Tamimi, Dharar bin al-Khattab, Dharar bin al-Azwar, Ashim bin Amr, dll. Sampai akhirnya terkumpullha 10.000 pasukan berangkat menuju Syam.
Kecerdasan strategi militer Khalid dalam Perang Yarmuk telah tampak sejak mula. Terlihat pada caranya memilih jalan menuju lembah Yarmuk. Ia memilih melewati gurun-gurun yang bergelombang dan memiliki sumber air yang langka, sehingga pergerakan pasukan tidak mencolok. Kontur tanah bergelombang menyembunyikan pasukan dari penglihatan. Sementara sumber air langka membuat orang-orang jarang tinggal atau melewati tempat tersebut. Sehingga kerahasiaan pasukan bantuan pun tetap terjaga. Tentunya strategi ini membutuhkan pengenalan detil terhadap kondisi alam.

Khalid mendiskusikan bagaimana solusi kebutuhan air pasukan dengan penunjuk jalannya, Rafi’ bin Amirah. Rafi’ menyarankan agar semua pasukan membawa air sekemampuan mereka masing-masing. Sedangkan kuda-kuda mereka disiapkan sumber air sendiri. Mereka membawa 20 onta yang besar. Onta-onta meminum air yang banyak. Kemudian pada saatnya nanti, mereka disembelih dan dimanfatkan simpanan air di tubuh mereka untuk kuda-kuda yang kehausan. Sedangkan dagingnya dimakan oleh pasukan.
Khalid memotivasi pasukannya dengan mengatakan, “Kaum muslimin, jangan biarkan rasa lemah menjalari kalian. Dan rasa takut menguasai kalian. Ingatlah, pertolongan Allah itu datang tergantung dengan niat. Dan besarnya pahala itu tergantung pada kadar kesulitan. Seorang muslim wajib untuk tidak khawatir terhadap sesuatu, selama Allah menolong mereka.”
Para pasukan menanggapi seruan Khalid, “Wahai Amir, Allah telah mengumpulkan banyak kebaikan pada dirimu. Lakukanlah strategi yang ada di benakmu dan berjalanlah bersama kami dengan keberkahan dari Allah”.
Rute perjalanan pasukan Khalid adalah Qarqarah Suwa, Arch, Palmyra, al-Qaryatayn, Huwwarin, Marj Rahit, Bosra, dan tujuan terakhir Yarmuk. Pasukan ini berjalan melibas padang pasir di saat malam, pagi, dan menjelang siang. Karena di waktu-waktu tersebut cuacanya tidak panas. Selain menghemat energi, cara ini juga menjaga penggunaan air agar tidak boros.[]
Sumber: kisahmuslim

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.